Rumah Adat Melayu Bengkulu

(Sumber : Achmad, Ramli dkk. 1992. Koleksi Miniatur Rumah Tradisional Suku Bangsa Rejang Dan Melayu Bengkulu Museum Negeri Provinsi Bengkulu. Depdikbud Propinsi Bengkulu)


Dalam bahasa melayu Bengkulu, rumah tempat tinggal dinamakan juga “Rumah”. Rumah tradisional Bengkulu termasuk tipe rumah panggung. Rumah panggung ini dirancang untuk melindungi penghuninya dari banjir. Disamping itu kolong rumah panggung juga dapat dipergunakan untuk menyimpan gerobak, hasil panen, alat-alat pertanian, kayu api, dan juga berfungsi sebagai kandang hewan ternak. Bentuk rumah panggung melayu ini terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain :
Bagian atas
Bagian atas rumah adat melayu Bengkulu ini terdiri dari :
  1. Atap; terbuat dari ijuk, bamboo, atau seng
  2. Bubungan, ada beberapa bentuk
  3. Pacu = plafon dari papan atau pelupuh
  4. Peran : balok-balok bagian atas yang menghubungkan
  5. Tiang-tiang bagian atas
  6. Kap : kerangka untuk menempel kasau
  7. Kasau : untuk mendasi reng
  8. Reng : untuk menempel atap
  9. Listplang, suyuk, penyunting
Bentuk bagian atas ini akan terlihat pada bubungan yang dibuat. Beberapa jenis bubungan antara lain :

  • bubungan lima


  • bubungan limas



  • bubungan haji (bubungan Sembilan)


  • bubungan jembatan


  • bubungan gabungan lima dan jembatan



Bagian tengah terdiri atas :
  1. Kusen, kerangka untuk pintu dan jendela
  2. Dinding : terbuat dari papan atau pelupuh
  3. Jendela : bentuk biasa dan bentuk ram
  4. Pintu : bentuk biasa dan bentuk ram
  5. Tulusi (lubang angin) : ventilasi, biasanya di atas pintu dan jendela, dibuat dengan berbagai ragam hias
  6. Tinag penjuru
  7. Piabung : tiang penjuru hal
  8. Tiang tengah
  9. Bendu : balok melintang sepanjang dinding
Bagian bawah, terdiri dari :
  1. Lantai, dari papan, bamboo, atau pelupuh
  2. Geladak, dari papan 8 dim dengan lebar 50cm dipasang sepanjang dinding luar di atas balok
  3. Kijing, penutup balok pinggir dari luar, sepanjang keliling dinding
  4. Balok (besar), kerangka untuk lantai yang memanjang ke depan
  5. Tailan : balok sedang yang berfungsi sebagai tempat menempelkan lantai
  6. Blandar : penahan talian, melintang
  7. Bedu : balok diatas sebagai tempat meletakkan rel
  8. Bidai, bamboo tebal yang dipasang melintang dari papan lantai, untuk mempertahankan dari tusukan musuh dari bawah rumah
  9. Pelupuh kamar tidur, sejajar dengan papan lantai (di atas bidai)
  10. Lapik tiang, batu pondasi tiang rumahtiang rumah
  11. Tangga depan dan belakang
SUSUNAN RUANG
Rumah tempat tinggal memilki fungsi dalam kehidupan. Adapun susunan dan fungsi ruang pada rumah adat melayu Bengkulu ini adalah :


  1. Berendo
    Tempat menerima tamu yang belum dikenal, atau tamu yang hanya menyampaikan suatu pesan (sebentar). Selain itu juga dipergunakan untuk relax pada pagi atau sore hari. Bagi anak-anak, berendo juga sering dipergunakan untuk bermain congkak, karet, dll
  2. Hall
    Ruang untuk menerima tamu yang sudah dikenal baik, keluarga dekat, atau orang yang disegani. Ruangan ini juga digunakan untuk tempat cengkrama keluarga pada malam hari, ruangan belajar bagi anak-anak, dan sewaktu-waktu ruang ini digunakan untuk selamatan atau mufakat sanak family.
  3. Bilik gedang
    Bilik gedang atau bilik induk merupakan kamar tidur bagi kepala keluarga (suami istri) serta anak-anak yang masih kecil.
  4. Bilik gadis
    Biasanya terdapat pada keluarga yang memiliki anak gadis, merupakan kamar bagi si anak gadis. Selain untuk tidur juga digunakan untuk bersolak. Bilik gadis biasanya berdampingan dengan bilik gedang, demi keamanan dan kemudahan pengawasan terhadap anak gadis mereka.
  5. Ruang tengah
    Biasanya dikosongkan dari perabot rumah, dan di sudutnya disediakan beberapa helai tikar bergulung karena fungsi utamanya adalah untuk menerima tamu bagi ibu rumah tangga atau keluarga dekat bagi si gadis. Di samping itu juga sering dipakai sebagai tempat belajar mengaji. Bagi keluarga yang tidak memilki kamar bujang tersendiri, kadang-kadang dipakai untuk tempat tidur anak bujang.
  6. Ruang makan
    Tempat makan keluarga. Pada rumah kecil biasanya tidak terdapat ruang makan, mereka makan di ruang tengah. Bila ada tamu bukan keluarga dekat, maka untuk mengajak tamu makan bersama digunakan hal, bukan di ruang makan.
  7. Garang
    Tempat penyimpanan tempayan air atau gerigik atau tempat air lainnya, juga dipakai untuk tempat mencuci piring dan mencuci kaki sebelum masuk rumah atau dapur
  8. Dapur
    Ruangan untuk memasak
  9. Berendo belakang
    Serambi belakang, tempat relax bagi kaum wanita pada siang atau sore hari, melepas lelah setelah mengerjakan tugas, tempat mengobrol sambil mencari kutu.
Sebenarnya, selain rumah adat melayu Bengkulu, di Bengkulu juga terdapat rumah adat yang lain seperti rumah Umeak Potong Jang (rumah buatan rejang) yang merupakan umeakan (rumah kuno ) asli Rejang (salah satu suku di Bengkulu), Rumah Tradisional Kubung Beranak milik bangsawan Rejang Pesisir, rumah Patah Sembilan yang merupakan rumah tradisional rakyat biasa suku bangsa Rejang Pesisir, dll

Diambil dari; http://prestylarasati.wordpress.com/2008/02/09/arsitektur-trdisional-rumah-adat-bangsa-melayu-bengkulu/

Comments :

0 komentar to “Rumah Adat Melayu Bengkulu”

Poskan Komentar